focus group discussion

REJANG LEBONG – Focus Discussion Group Poltek Rafflesia Curup yang membahas topik ‘’Mengantisipasi Konflik Tapal Batas dan Pemilih Eksodus’’ berlangsung hangat di aulla Poltek Rafflesia, Selasa, (27/2).

”Diskusi ini kita lakukan untuk mengantisipasi munculnya potensi konflik tapal batas dan pemilih eksodus di Rejang Lebong. Karena sebentar lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi Pemilu 2019. Potensi konflik tapal batas ini bisa muncul di beberapa titik. Misalnya di Desa Warung Pojok yang lokasinya berada di perbatasan wilayah Sindang Dataran, Rejang Lebong – Muara Kemumu, Kepahiang.  Termasuk di wilayah Tempelrejo Curup Selatan yang berbatasan dengan Kecamatan Merigi, Kepahiang. Potensi pemilih eksodus juga berpeluang terjadi. Kondisi ini akan perlu diantisipasi sejak dini,” jelas Presiden BEM Poltek Rafflesia, Ryan Presma dalam sambutannya.

Diskusi yang dipandu Okka Oktarina dan dibuka Wabup Rejang Lebong, Iqbal Bastari ini menampilkan 3 narasumber. Yakni, Ketua KPU Rejang Lebong, Halid Syaifullah, SH, MH, Ketua DPRD Rejang Lebong, M.Ali, ST. Serta Ketua Aspikom Pusat, Dr. Heri Budianto, MSi. Dihadiri Kasdim 0409 Rejang Lebong, Mayor.Inf.M.Zaini dan Direktur Poltek Rafflesia, Ir.Surya Darminta, MPd.  Serta diikuti ratusan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Curup.

Dihadapan para peserta diskusi, Ketua KPU Rejang Lebong, Halid Syaifullah menjelaskan, bahwa konflik tapal batas Rejang Lebong dengan kabupaten tetangga, Musirawas, Empat Lawang, Kepahiang dan Lebong dalam Pemilu 2019 mendatang diperkirakan tidak akan terjadi.